Tangkap Dua Pencuri Motor di Area Kampus UIN, Satu Pelaku Dilumpuhkan

0
268

Polres Tangerang Selatan melumpuhkan pencuri sepeda motor (28/2/2018). Ada dua pelaku pencurian yang diamankan polisi dan dua pelaku pencurian lainnya masih dikejar.Kedua pelaku pencurian yang diringkus di antaranya A (22)  dan JY.

Mereka tertangkap tangan setelah melakukan pencurian sepeda motor yang parkir di Klinik Universitas Islam Negeri (UIN) yang berada di Pamulang, Tangerang Selatan.

Ranmor
Pamulang : Konfrensi Pers Pencurian Sepeda Motor

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto menjelaskan pelaku berinisial A bertindak sebagai joki, yang dilumpuhkan petugas lantaran mencoba melawan saat hendak dilakukan penangkapan.”Awalnya berdasarkan laporan warga, banyaknya aksi pencurian sepeda motor di Pamulang. Kemduian anggota melakukan observasi pada titik rawan pencurian,” ungkap Kapolres, Kamis (1/3/2018).

Anggota yang sedang mengobservasi, melihat pelaku yang berjumlah empat orang dengan menggunakan dua unit sepeda motor, berputar – putar didaerah Jalan Surya Kencana Pamulang, dan tidak lama masuk ke area parkir Klinik UIN.

“Petugas melihat pelaku yang melakukan pencurian sepeda motor di parkiran klinik. Dengan modus pencurian sepeda motor merusak kunci kontak menggunakan kunci leter “T” yang disiapkan mereka,” ucapnya.

Saat membawa kabur motor hasil kejahatan pencurian, pelaku langsung disergap petugas, dimana dua pelaku pencurian berhasil diamankan, sedangkan dua lainya melarikan diri tanpa membawa barang curian.

“Kami terpaksa memberikan tembakan tegas terukur kepada pelaku A yang saat penangkapan berusaha melawan petugas,” kata Kapolres.

Pelaku merupakan jaringan asal Lampung, spesialis pencurian sepeda motor, dari mereka disita 3 unit sepeda motor curian, serta menyita satu senjata api rakitan, pisau belati dan 4 selongsong peluru yang dibawa.

“Kami masih mendalami, mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri, sedangkan pelaku yang berhasil ditangkap dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 7 tahun,” papar Kapolres.