Tangerang Selatan, Deklarasi Penolakan Penggunaan Sarana Ibadah Untuk Kampanye

0
254
Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Digunakan Untuk Kampanye, Issue, Hoax, Sara, dan Radikalisme Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Masjid Asmaul Husna Alam Sutera

Polres Tangsel – Bertempat di tiga (3) tempat ibadah yang berbeda, berlangsung Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Digunakan Untuk Kampanye, Issue, Hoax, Sara, dan Radikalisme Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Tangsel, Kamis (21/2/2019).

Ketiga tempat ibadah tersebut adalah Gereja Paroki Santo Laurensius, Masjid Asmaul Husna Alam Sutera dan Kelenteng MA Giu Thian Nie Jelupang.

Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Digunakan Untuk Kampanye, Issue, Hoax, Sara, dan Radikalisme Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Gereja Paroki Santo Laurensius

Dalam kata sambutannya Ketua KPUD Kota Tangsel Bambang Dwitoro menyampaikan bahwa larangan dalam kampanye pemilu yaitu mempersoalkan dasar Negara Pancasila , Pembukaan UUD 1945 dan Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemudian Melakukan Kegiatan Membahayakan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Menghina Seseorang, Agama, Suku, Ras, Golongan, Calon dan atau Peserta Pemilu lainnya.

Kemudian larangan dalam pemilu lainnya yaitu Menghasut atau Mengadu domba seseorang maupun masyarakat, Mengganggu kepentingan umum, mengancam dan melakukan kekerasan kepada seseorang atau kelompok masyarakat dan atau peserta pemilu, kemudian merusak atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu, selanjutnya menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan, serta membawa atau menggunakan tanda gambar atau atribut lain dalam peserta pemilu dan yang terakhir menjanjikan, memberikan uang atau materi lain kepada peserta kampanye pemilu.

Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Digunakan Untuk Kampanye, Issue, Hoax, Sara, dan Radikalisme Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kelenteng MA Giu Thian Nie Jelupang.

Sementara itu Muhammad Acep (Ketua Bawaslu Kota Tangsel) mengapresiasi adanya deklarasi ini sebagai upaya mencegah politik praktis atau kampanye di dalam rumah ibadah, serta berpesan jika ada kampanye di rumah ibadah agar segera dilaporkan dengan bukti bukti terkait untuk ditindaklanjuti oleh Bawaslu Tangsel.

Kegiatan Deklarasi dengan tema “Ciptakan Kerukunan Umat Beragama Pada Pemilu 2019” sendiri diikuti oleh Forkopimda Kota Tangerang Selatan dan dan instansi lainnya yaitu Hj. Airin Rachmi Diany, SH. MH (Walikota Tangsel), Letkol Inf Faisol Izuddin Karimi (Dandim 0506 / Tgr), AKBP Ferdy Irawan, S.IK, M.SI (Kapolres Tangsel), Kompol ST Luckyto AW, SH, S.IK (Kapolsek Serpong), AKP. A. Alexander, SH, S.IK, MM, M.Si (Kasat Reskrim Tangsel), Bima Suprayoga (Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel), Bambang Dwitoro (Ketua KPU Kota Tangsel), Muhammad Acep (Ketua Bawaslu Kota Tangsel), KH. Saidih (Ketua MUI Kota Tangsel), H. Abdul Rojak, MA (Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel), Fachruddin Zuhri (Sekretaris FKUB Kota Tangsel), Para Kepala / Ketua Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan serta Tokoh Agama Kota tangerang Selatan.